Hindari FOMO dan Paylater agar Keuangan Tetap Aman

FOMO dan Paylater Jadi Tantangan Keuangan Gen Z, Begini Cara Mengelolanya

Kemudahan layanan keuangan digital membuat generasi muda semakin mudah melakukan transaksi. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul tantangan baru berupa perilaku konsumtif yang dipicu fenomena fear of missing out (FOMO), belanja impulsif, hingga penggunaan layanan paylater tanpa perencanaan yang matang.

Kondisi ini menjadi perhatian karena Generasi Z merupakan salah satu kelompok penduduk terbesar di Indonesia. Dengan jumlah sekitar 75 juta jiwa atau hampir 28 persen dari total populasi, kebiasaan finansial mereka akan memengaruhi tingkat literasi dan kesehatan keuangan nasional pada masa mendatang.

baca juga”Kartu Untung Superbank Tawarkan Cara Baru Menabung

FOMO dan Paylater Memicu Perilaku Konsumtif

Direktur Pengembangan Bisnis PT Plus Ultra Abadi (UATAS), Shintya Maulida, mengatakan perkembangan digital telah membuka akses yang lebih luas terhadap berbagai layanan keuangan. Meski memberikan kemudahan, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko pengelolaan keuangan yang kurang bijak.

Menurutnya, rasa gengsi, FOMO, kemudahan transaksi digital, promosi flash sale, hingga fasilitas paylater sering mendorong masyarakat melakukan pembelian tanpa mempertimbangkan kebutuhan maupun kemampuan finansial.

Shintya menegaskan bahwa kesejahteraan finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan. Kemampuan mengatur pengeluaran, menetapkan prioritas, serta mempersiapkan kebutuhan masa depan juga menjadi faktor penting dalam membangun kondisi keuangan yang sehat.

Cara Mengendalikan Impulse Buying Sejak Dini

Shintya menyarankan generasi muda mulai menerapkan kebiasaan mengelola keuangan secara disiplin. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menyusun anggaran bulanan dan menetapkan batas maksimal pengeluaran.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari belanja saat kondisi emosional karena keputusan yang diambil cenderung kurang rasional. Selain itu, evaluasi pengeluaran secara berkala dapat membantu mengetahui pos belanja yang masih bisa dikurangi.

Dengan kebiasaan tersebut, seseorang dapat mengendalikan pembelian impulsif sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan.

Gunakan Pinjaman Sesuai Kemampuan Membayar

Selain mengendalikan pengeluaran, penggunaan pinjaman digital juga perlu dilakukan secara bertanggung jawab. Shintya menilai keputusan mengambil pinjaman sebaiknya didasarkan pada kebutuhan yang benar-benar mendesak dan disesuaikan dengan kemampuan untuk melunasinya.

Apabila dana digunakan untuk kebutuhan produktif, seperti mengembangkan usaha, tenor pinjaman sebaiknya disesuaikan dengan proyeksi pemasukan agar tidak membebani kondisi keuangan di kemudian hari.

Menurutnya, mahasiswa dan generasi muda memiliki peluang besar memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Namun, mereka juga perlu memahami risiko penggunaan layanan keuangan digital agar dapat mengambil keputusan secara bijak.

Literasi Keuangan Masih Perlu Ditingkatkan

UATAS turut mendukung peningkatan literasi keuangan melalui partisipasinya dalam program Pindar Mengajar. Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara industri, institusi pendidikan, regulator, dan masyarakat untuk membangun pemahaman finansial sejak usia muda.

Upaya tersebut dinilai penting karena hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 66,46 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan telah berada di angka 80,51 persen.

Perbedaan kedua angka tersebut menunjukkan akses terhadap layanan keuangan berkembang lebih cepat dibandingkan pemahaman masyarakat dalam mengelolanya.

Ke depan, UATAS berkomitmen memperluas program edukasi mengenai literasi keuangan digital, keamanan data, serta penggunaan layanan keuangan yang bertanggung jawab. Peningkatan pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu generasi muda membangun kebiasaan finansial yang sehat dan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

baca juga”Banjir Diskon Tiket Kereta hingga Pesawat di Momen Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *