BUVA Tambah Pinjaman ke Anak Usaha Jadi Rp27 Miliar

BUVA

BUVA Naikkan Pinjaman Anak Usaha Menjadi Rp27 Miliar
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menambah plafon pinjaman kepada anak usahanya, PT Bukit Bali Permai (BBP), menjadi Rp27 miliar. Perseroan menetapkan perubahan tersebut melalui Adendum Perjanjian Pinjaman yang ditandatangani pada Rabu, 9 awal Rp5 miliar dan tambahan fasilitas sebesar Rp22 miliar. Dengan demikian, total nilai transaksi pinjaman antara kedua perusahaan kini mencapai Rp27 miliar September.

Baca Juga “Emiten Hapsoro (BUVA) Kucurkan Pinjaman Tambahan Rp22M ke Anak Usaha

Berdasarkan keterbukaan informasi BUVA, nilai tersebut mencakup pinjaman awal Rp5 miliar dan tambahan fasilitas sebesar Rp22 miliar. Dengan demikian, total nilai transaksi pinjaman antara kedua perusahaan kini mencapai Rp27 miliar.

BUVA Tambah Pinjaman BBP Rp22 Miliar
Penambahan fasilitas pinjaman dilakukan melalui perubahan atas perjanjian sebelumnya. Dalam adendum tersebut, BUVA menyepakati tambahan pinjaman senilai Rp22 miliar kepada BBP.

BBP merupakan entitas anak yang berada hampir sepenuhnya di bawah kepemilikan BUVA. Perseroan tercatat memiliki 99,999% saham BBP dari juga tercermin dari struktur pengurusnya. BUVA dan BBP memiliki seluruh modal yang ditempatkan dan disetor.

Hubungan antara kedua perusahaan juga tercermin dari struktur pengurusnya. BUVA dan BBP memiliki anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang sama.

Selain hubungan kepemilikan dan kepengurusan, kedua entitas berada di bawah kendali langsung maupun tidak langsung dari pihak yang sama. Kondisi tersebut menjadi bagian dari konteks transaksi pinajemen Sebut Pinjaman Tak Cindy Budijono mengatakan transaksi tersebut tidak memberikan dampak merugikan terhadap kelangsungan usaha perseroan kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Emiten,” kata Cindy dalam keterbukaan informasiernyataan tersebut menunjukkan manajemen menilai penambahan pinjaman tidak mengganggu aktivitas operasional maupun kondisi keuangan BUVA secarajaman yang dilakukan perseroan.

Manajemen Sebut Pinjaman Tak Berdampak Material
Direktur BUVA Cindy Budijono mengatakan transaksi tersebut tidak memberikan dampak merugikan terhadap kelangsungan usaha perseroan.

“Informasi dimaksud tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Emiten,” kata Cindy dalam keterbukaan informasi pada Sabtu, 12 September.

Pernyataan tersebut menunjukkan manajemen menilai penambahan pinjaman tidak mengganggu aktivitas operasional maupun kondisi keuangan BUVA secara material.

Keterbukaan informasi menjadi dasar bagi investor untuk mencermati tujuan dan konsekuensi transaksi antara perusahaan terbuka dengan entitas anak. Besaran fasilitas pinjaman juga menjadi salah satu aspek yang dapat diperhatikan dalam menilai hubungan keuangan dalam grup usaha.

Saham BUVA Masih Tertekan Sepanjang 2026
Di pasar modal, saham BUVA menghadapi tekanan sepanjang 2026. Berdasarkan data dalam laporan tersebut, harga saham BUVA turun 51,84% sejak awal tahun hingga berada di level Rp720 per saham.

Tekanan juga terlihat dalam perdagangan jangka pendek. Saham BUVA tercatat melemah 0,69% dalam satu bulan terakhir.

Dalam periode lima hari terakhir, penurunan saham BUVA mencapai 5,88%. Pergerakan tersebut memberikan gambaran bahwa kinerja saham perseroan masih berada dalam tekanan meskipun perusahaan tetap menjalankan aktivitas bisnis dan Perlu Mencermati Damp BBP membuat nilai fasilitas yang disepakati BUVA mencapai Rp27 miliar. Struktur kepemilikan BBP yang hampir seluruhnya berada di tangan BUVA menunjukkan eratnya hubungan kedua ent transaksi korporasi.

Investor Perlu Mencermati Dampak Transaksi
Penambahan pinjaman kepada BBP membuat nilai fasilitas yang disepakati BUVA mencapai Rp27 miliar. Struktur kepemilikan BBP yang hampir seluruhnya berada di tangan BUVA menunjukkan eratnya hubungan kedua entitas.

Di sisi lain, manajemen menyatakan transaksi tersebut tidak berdampak material terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Perkembangan kinerja keuangan BUVA dan penggunaan fasilitas pinjaman BBP menjadi hal yang dapat dicermati investor berikutnya. Pergerakan saham BUVA juga tetap menjadi indikator pasar yang perlu diperhatikan seiring perkembangan bisnis perseroan.

Baca Juga “Kaspersky: UMKM Asia Pasifik Jadi Sasaran Utama Serangan Siber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *