Damri Ajukan Pinjaman Rp672 M untuk Pengadaan Bus Listrik

Damri

Damri Ajukan Pinjaman Rp672 Miliar ke ADB untuk Pengadaan Bus Listrik

Perum Damri mengajukan pinjaman senilai US$37,5 juta atau sekitar Rp672,53 miliar kepada Asian Development Bank (ADB) guna mempercepat pengadaan armada bus listrik di Indonesia. Pembiayaan tersebut juga akan digunakan untuk membangun infrastruktur pengisian daya sebagai bagian dari transformasi transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga “Gubernur Babel Pastikan Rencana Pinjaman Bangun RS Jantung dan Stroke Tak Ganggu TPP ASN

Rencana tersebut diungkapkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas. Saat ini, usulan pinjaman masih berada dalam tahap pembahasan bersama Kementerian Keuangan dan ADB sebelum memasuki proses persetujuan lebih lanjut.

Pinjaman ADB Digunakan untuk Pengadaan 99 Bus Listrik dan Charging Station

Berdasarkan rencana yang diajukan, Damri akan memanfaatkan dana pinjaman untuk membeli 99 unit bus listrik. Selain memperbarui armada, perusahaan juga akan membangun dua stasiun pengisian daya atau charging station guna mendukung operasional kendaraan listrik tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi menuju transportasi umum berbasis energi bersih. Penggunaan bus listrik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi karbon dari sektor transportasi.

Koordinator Bidang Perhubungan Darat dan Perkeretaapian Direktorat Konektivitas dan Infrastruktur Logistik Kementerian PPN/Bappenas, Handhi Setiawan Adiputra, mengatakan usulan pembiayaan telah memperoleh rekomendasi dari Bappenas kepada Kementerian Keuangan.

“Nilainya sekitar US$37,5 juta. Damri memang mengusulkan kepada kami, kemudian kami memberikan rekomendasi kepada Kementerian Keuangan sebagai dasar pemberian jaminan pemerintah,” ujar Handhi.

Skema Pinjaman Dinilai Menguntungkan karena Bunga Rendah

Menurut Handhi, pembiayaan dari ADB menawarkan skema yang relatif ringan dibandingkan pinjaman komersial. Hal tersebut karena proyek yang didukung berkaitan dengan pengembangan energi bersih dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Pinjaman dirancang memiliki jangka waktu pembayaran hingga 10 tahun. Periode tersebut disesuaikan dengan umur ekonomis armada bus listrik sehingga diharapkan tidak membebani kondisi keuangan perusahaan.

Ia menjelaskan tingkat bunga pinjaman diperkirakan berada pada kisaran 1 hingga 3 persen. Skema tersebut dinilai mampu mendukung investasi transportasi publik berkelanjutan dengan biaya pendanaan yang lebih efisien.

Penandatanganan Kontrak Ditargetkan pada 2027

Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, penandatanganan kontrak pinjaman antara Damri dan ADB ditargetkan berlangsung pada 2027.

Setelah proses pembiayaan rampung, Damri akan melanjutkan pengadaan armada bus listrik beserta pembangunan fasilitas pengisian daya. Infrastruktur tersebut menjadi elemen penting agar operasional kendaraan listrik dapat berjalan optimal di berbagai wilayah layanan.

Keberadaan charging station juga akan mendukung efisiensi operasional sekaligus meningkatkan keandalan layanan transportasi publik berbasis listrik.

Pengadaan Bus Listrik Dukung Target Transportasi Rendah Emisi

Program pengadaan bus listrik Damri sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan kendaraan rendah emisi di sektor transportasi.

Pemerintah menilai elektrifikasi transportasi umum menjadi salah satu strategi penting untuk menurunkan emisi karbon sekaligus meningkatkan kualitas udara di kawasan perkotaan.

Langkah serupa juga telah diterapkan oleh PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Hingga April 2026, Transjakarta telah mengoperasikan sekitar 500 unit bus listrik.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan sekitar 50 persen armada Transjakarta menggunakan tenaga listrik pada 2027. Dalam jangka panjang, seluruh armada yang berjumlah lebih dari 10.000 unit ditargetkan beralih menjadi kendaraan beremisi nol atau zero emission pada 2030.

Investasi Transportasi Listrik Jadi Bagian Transisi Energi Nasional

Pengajuan pinjaman Damri menunjukkan semakin besarnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan transportasi publik berbasis energi bersih. Selain meningkatkan kualitas layanan angkutan umum, investasi tersebut diharapkan mempercepat pencapaian target transisi energi nasional.

Keberhasilan program ini akan bergantung pada kelancaran proses pembiayaan, kesiapan infrastruktur pendukung, serta kemampuan operator dalam mengelola armada listrik secara berkelanjutan. Jika terealisasi sesuai rencana, penambahan bus listrik Damri dapat menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem transportasi yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan di Indonesia.

Baca Juga “SoftBank amankan pinjaman $10 miliar dengan jaminan saham OpenAI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *