Anak Usaha JSMR Dapat Pembiayaan Rp1,56 Triliun untuk Pengembangan Tol Bali
PT Jasamarga Bali Tol (JBT), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), memperoleh fasilitas pembiayaan berkelanjutan senilai maksimal Rp1,56 triliun dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendukung investasi aset Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa.
Baca Juga “Tabel KUR BRI Agustus 2026 Terbaru, Pinjaman Rp 1 Juta-Rp 100 Juta, Ini Cicilannya“
Perjanjian pembiayaan bertajuk Sustainability Linked Financing (SLF) tersebut ditandatangani pada 30 Juli 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembiayaan JBT sebagai pemegang konsesi jalan tol yang menghubungkan kawasan strategis di Bali.
Pembiayaan SLF Mendukung Investasi Infrastruktur Jalan Tol
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), fasilitas pembiayaan dari BSI diberikan kepada JBT untuk kebutuhan investasi aset Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa.
Dana tersebut juga dapat digunakan untuk melunasi sebagian pokok maupun bunga atas perjanjian pinjaman pemegang saham dengan perseroan sebagai pemilik konsesi pengusahaan jalan tol tersebut.
JBT merupakan perusahaan yang dikendalikan secara langsung oleh Jasa Marga. Dalam transaksi ini, nilai pembiayaan maksimal yang diberikan BSI mencapai Rp1,56 triliun.
“Transaksi berupa pinjaman pembiayaan Sustainability Linked Financing (SLF) maksimal sebesar Rp1,56 triliun dari BSI kepada JBT selaku pemilik konsesi pengusahaan Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa,” demikian informasi dalam keterbukaan BEI.
Skema SLF merupakan instrumen pembiayaan yang menghubungkan pendanaan dengan pencapaian target keberlanjutan perusahaan. Melalui mekanisme ini, perusahaan didorong untuk menjalankan kegiatan usaha yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Transaksi Afiliasi Melibatkan Entitas di Bawah Kendali Pemerintah
Jasa Marga menjelaskan transaksi pembiayaan tersebut termasuk transaksi afiliasi sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 42 Tahun 2020.
Status afiliasi terjadi karena JBT merupakan anak perusahaan yang dikendalikan langsung oleh Jasa Marga. Sementara itu, BSI merupakan badan usaha milik negara dengan kepemilikan mayoritas saham berada pada pihak yang sama, yaitu Pemerintah Republik Indonesia.
Transaksi tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Jasa Marga memastikan proses pembiayaan berjalan sesuai aturan yang berlaku bagi perusahaan terbuka.
Jasa Marga Jaga Kinerja dan Bagikan Dividen Rp1,1 Triliun
Di tengah penguatan bisnis dan ekspansi infrastruktur, Jasa Marga juga mempertahankan komitmen memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Perseroan sebelumnya membagikan dividen sebesar Rp1,1 triliun dari laba bersih tahun buku 2025.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa pembagian dividen dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan dan kebutuhan pengembangan bisnis ke depan.
Besaran dividen per saham tercatat Rp156,2 per lembar saham. Nilai tersebut sama dengan pembagian dividen pada periode sebelumnya.
Pada 2025, Jasa Marga mencatat kinerja positif dengan pendapatan usaha sebesar Rp19,8 triliun atau meningkat 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari pendapatan tol sebesar Rp18,2 triliun.
Selain itu, perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp13,3 triliun dengan margin EBITDA mencapai 67 persen. Kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan serta penurunan beban keuangan konsolidasi sebesar 10,5 persen secara tahunan.
JSMR Perkuat Posisi sebagai Pengelola Jalan Tol Terbesar
Jasa Marga terus memperkuat bisnis utama melalui pengelolaan konsesi jalan tol, operasional, pemeliharaan, dan pengembangan usaha baru. Perseroan mempertahankan posisi sebagai salah satu pemain terbesar dalam industri jalan tol nasional.
Hingga 2025, Jasa Marga mengoperasikan sekitar 1.294 kilometer jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 kilometer. Jumlah tersebut mencerminkan sekitar 42 persen pangsa pasar jalan tol di Indonesia.
Dari sisi trafik, ruas tol yang dikelola Jasa Marga mencatat pergerakan hingga 1,31 miliar kendaraan sepanjang 2025. Rata-rata lalu lintas harian mencapai sekitar 3,58 juta kendaraan.
Melalui pembiayaan berkelanjutan untuk Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa dan penguatan kinerja operasional, JSMR menunjukkan strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis jangka panjang. Pendanaan tersebut diharapkan mendukung peningkatan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat konektivitas transportasi di kawasan Bali.
Baca Juga “Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun“