<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pinjaman online Archives - optivara.id</title>
	<atom:link href="https://optivara.id/tag/pinjaman-online/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://optivara.id/tag/pinjaman-online/</link>
	<description>Panduan Cerdas Mengelola Keuangan &#38; Solusi Finansial</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Sep 2026 10:54:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>Pinjaman Online Warga RI Tembus Rp105 Triliun</title>
		<link>https://optivara.id/pinjaman-online-warga-ri-tembus-rp105-triliun/</link>
					<comments>https://optivara.id/pinjaman-online-warga-ri-tembus-rp105-triliun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 10:54:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manajemen Utang & Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[pinjaman online]]></category>
		<category><![CDATA[RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://optivara.id/?p=546</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pinjaman Online RI Tembus Rp105,63 Triliun pada Juli 2026Pinjaman online di Indonesia terus mencatat pertumbuhan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan pinjaman daring mencapai Rp105,63 triliun pada Juli 2026. Nilai tersebut meningkat 24,76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan penggunaan layanan pinjaman daring masih cukup tinggi di tengah perkembangan industri keuangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://optivara.id/pinjaman-online-warga-ri-tembus-rp105-triliun/">Pinjaman Online Warga RI Tembus Rp105 Triliun</a> appeared first on <a href="https://optivara.id">optivara.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pinjaman Online RI Tembus Rp105,63 Triliun pada Juli 2026<br>Pinjaman online di Indonesia terus mencatat pertumbuhan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan pinjaman daring mencapai Rp105,63 triliun pada Juli 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nilai tersebut meningkat 24,76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan penggunaan layanan pinjaman daring masih cukup tinggi di tengah perkembangan industri keuangan digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">OJK Catat Pembiayaan Pinjaman Daring Naik 24,76 Persen<br>Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers RDKB Agustus pada Senin, 7 September 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://finansial.bisnis.com/read/20260907/563/2002078/daftar-94-pinjol-legal-resmi-ojk-terbaru-2026-cek-sebelum-ajukan-pinjaman">Daftar 94 Pinjol Legal Resmi OJK Terbaru 2026, Cek Sebelum Ajukan Pinjaman</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Agusman, outstanding pembiayaan pada industri pinjaman daring tumbuh 24,76% secara tahunan. Nilai pembiayaan yang tercatat mencapai Rp105,63 triliun pada Juli 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pada industri pinjaman daring atau pindar, outstanding pembiayaan pada Juli 2026 tumbuh 24,76% year-on-year dengan nominal sebesar Rp105,63 triliun,&#8221; ujar Agusman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas pembiayaan melalui platform digital. Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut melalui proses pengajuan yang umumnya berlangsung secara daring.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, peningkatan nilai pembiayaan juga perlu diikuti kemampuan masyarakat dalam mengelola kewajiban pembayaran. Penggunaan pinjaman sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial agar tidak menimbulkan beban berlebihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Risiko Kredit Macet Pinjaman Online Ikut Naik<br>Di tengah pertumbuhan pembiayaan, OJK juga mencatat peningkatan tingkat risiko kredit macet. Rasio TWP90 industri fintech P2P lending berada di level 4,32% pada Juli 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Angka tersebut naik dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,26%. TWP90 menggambarkan tingkat wanprestasi atau keterlambatan pembayaran pinjaman lebih dari 90 hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agusman menegaskan tingkat risiko kredit macet secara agregat pada Juli 2026 mencapai 4,32%.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan rasio tersebut menjadi perhatian karena pertumbuhan pembiayaan perlu berjalan seimbang dengan kualitas kredit. Industri tidak hanya dituntut memperluas akses pembiayaan, tetapi juga menjaga kemampuan pengelolaan risiko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi masyarakat, data tersebut menjadi pengingat pentingnya mempertimbangkan biaya pinjaman, tenor, jumlah cicilan, serta kemampuan membayar sebelum mengajukan pinjaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri Pergadaian Tumbuh Lebih dari 50 Persen<br>Selain perkembangan pinjaman daring, OJK mencatat pertumbuhan signifikan pada industri pergadaian.&nbsp;<mark>Penyaluran pembiayaan pergadaian pada Juli 2026 mencapai Rp160,78 triliun.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Angka tersebut tumbuh 50,73% secara tahunan. Produk gadai menjadi penyumbang terbesar dengan nilai pembiayaan Rp136,39 triliun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nilai pembiayaan gadai tersebut mencapai sekitar 84,83% dari total pembiayaan industri pergadaian. Data ini menunjukkan produk gadai masih menjadi pilihan utama dalam layanan pembiayaan berbasis agunan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan tersebut berlangsung bersamaan dengan perluasan cakupan usaha sejumlah perusahaan pergadaian. OJK memberikan persetujuan kepada PT Pusat Gadai Indonesia dan PT Raja Gadai Indonesia untuk meningkatkan wilayah operasional menjadi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lima Perusahaan Pergadaian Kini Beroperasi Secara Nasional<br>Dengan tambahan dua perusahaan tersebut, saat ini terdapat lima perusahaan pergadaian yang memiliki lingkup wilayah usaha nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perluasan wilayah operasional dapat memperbesar jangkauan layanan pergadaian kepada masyarakat. Pada saat yang sama, perusahaan tetap perlu memastikan tata kelola dan perlindungan konsumen berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan pinjaman daring dan pergadaian menunjukkan aktivitas pembiayaan masyarakat masih bergerak positif. Namun, pertumbuhan nominal pembiayaan perlu dibarengi kualitas kredit dan kemampuan konsumen memenuhi kewajibannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, perkembangan industri pembiayaan akan semakin dipengaruhi kebutuhan masyarakat, kondisi ekonomi, serta penguatan pengawasan. Bagi konsumen, keputusan meminjam tetap perlu didasarkan pada kebutuhan yang jelas dan kemampuan membayar secara realistis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<em><strong><a href="https://lombokpost.jawapos.com/praya/2609070036/kpbu-atau-pinjaman-langsung-lewat-apbd-utang-smi-untuk-perbaikan-jalan-rusak-di-lombok-tengah">KPBU atau Pinjaman Langsung lewat APBD? Utang SMI untuk Perbaikan Jalan Rusak di Lombok Tengah</a></strong></em>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://optivara.id/pinjaman-online-warga-ri-tembus-rp105-triliun/">Pinjaman Online Warga RI Tembus Rp105 Triliun</a> appeared first on <a href="https://optivara.id">optivara.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://optivara.id/pinjaman-online-warga-ri-tembus-rp105-triliun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>6 Cara Memilih Pinjaman Online Bunga Rendah yang Legal</title>
		<link>https://optivara.id/6-cara-memilih-pinjaman-online-bunga-rendah-yang-legal/</link>
					<comments>https://optivara.id/6-cara-memilih-pinjaman-online-bunga-rendah-yang-legal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2026 08:36:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manajemen Utang & Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga Rendah]]></category>
		<category><![CDATA[Legal]]></category>
		<category><![CDATA[pinjaman online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://optivara.id/?p=533</guid>

					<description><![CDATA[<p>6 Cara Memilih Pinjaman Online Bunga Rendah yang Aman dan LegalPinjaman online dapat menjadi salah satu pilihan ketika seseorang membutuhkan dana untuk kebutuhan tertentu. Namun, calon peminjam perlu mempertimbangkan legalitas, biaya, keamanan data, serta kemampuan membayar sebelum mengajukan pinjaman. Memilih penyedia pinjaman tidak cukup hanya dengan melihat angka bunga yang ditawarkan. Total biaya pinjaman, tenor, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://optivara.id/6-cara-memilih-pinjaman-online-bunga-rendah-yang-legal/">6 Cara Memilih Pinjaman Online Bunga Rendah yang Legal</a> appeared first on <a href="https://optivara.id">optivara.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">6 Cara Memilih Pinjaman Online Bunga Rendah yang Aman dan Legal<br>Pinjaman online dapat menjadi salah satu pilihan ketika seseorang membutuhkan dana untuk kebutuhan tertentu. Namun, calon peminjam perlu mempertimbangkan legalitas, biaya, keamanan data, serta kemampuan membayar sebelum mengajukan pinjaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memilih penyedia pinjaman tidak cukup hanya dengan melihat angka bunga yang ditawarkan. Total biaya pinjaman, tenor, denda, ketentuan kontrak, dan reputasi penyedia juga perlu diperiksa secara menyeluruh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat menggunakan penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) yang telah berizin. Status penyelenggara dapat diperiksa melalui kanal resmi OJK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://pluang.com/news-feed/aave-kuasai-48-pinjaman-defi-v4-buka-potensi-modal-nganggur">Pinjaman DeFi Aave melonjak ke $12,5M, kuasai pasar dengan upgrade V4 yang tingkatkan likuiditas.</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Cek Legalitas Penyedia melalui Kanal Resmi OJK<br>Langkah pertama adalah memastikan perusahaan penyedia pinjaman memiliki izin yang sesuai. Jangan hanya mengandalkan nama aplikasi, iklan digital, atau rekomendasi dari media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Calon peminjam dapat memeriksa daftar penyelenggara berizin melalui kanal resmi OJK. Masyarakat juga dapat menghubungi Kontak OJK 157 atau WhatsApp OJK untuk mengecek status penawaran jasa keuangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemeriksaan legalitas penting karena status berizin menunjukkan bahwa penyelenggara berada dalam kerangka pengawasan OJK. Jika sebuah aplikasi tidak dapat diverifikasi status perusahaannya, sebaiknya jangan melanjutkan pengajuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu diperhatikan bahwa produk pinjaman dari bank memiliki karakteristik berbeda dengan layanan LPBBTI. Karena itu, calon nasabah perlu memastikan jenis lembaga dan produk yang digunakan sebelum membandingkan ketentuan biaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">2. Bandingkan Bunga dan Batas Manfaat Ekonomi<br>Jangan langsung memilih pinjaman hanya karena mencantumkan bunga rendah dalam iklan. Periksa bagaimana penyedia menghitung bunga atau manfaat ekonomi dan berapa total kewajiban yang harus dibayar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk LPBBTI, OJK menetapkan batas maksimum manfaat ekonomi berdasarkan jenis pendanaan dan tenor. Untuk pendanaan konsumtif, batasnya sebesar 0,3 persen per hari untuk tenor sampai enam bulan dan 0,2 persen untuk tenor di atas enam bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketentuan tersebut merupakan batas maksimum manfaat ekonomi, bukan angka bunga yang otomatis dikenakan semua penyedia. Penawaran aktual dapat berbeda berdasarkan produk, profil risiko, dan kebijakan penyelenggara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, calon peminjam sebaiknya membandingkan total pembayaran, bukan sekadar persentase bunga harian. Cara tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai biaya pinjaman sebenarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">3. Periksa Semua Biaya Sebelum Menandatangani Kontrak<br>Selain bunga, periksa seluruh komponen biaya yang tercantum dalam penawaran dan perjanjian. Komponen tersebut dapat memengaruhi jumlah dana yang diterima dan total pembayaran selama masa pinjaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perhatikan biaya administrasi, provisi, layanan, denda keterlambatan, serta biaya lain yang tercantum dalam perjanjian. Pastikan Anda memahami kapan biaya tersebut dikenakan dan bagaimana perhitungannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan menyetujui kontrak jika rincian kewajiban tidak tersedia secara jelas. Informasi yang transparan membantu calon peminjam memperkirakan cicilan dan menghindari kesalahpahaman setelah dana diterima.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyelenggara juga perlu menyediakan informasi penting mengenai identitas perusahaan, kinerja pendanaan, status izin, serta risiko yang perlu diketahui pengguna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">4. Perhatikan Izin Akses Data Pribadi<br>Keamanan data menjadi pertimbangan penting ketika menggunakan aplikasi pinjaman. Sebelum memberikan izin, periksa jenis data yang diminta dan pastikan permintaan tersebut relevan dengan layanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Calon pengguna sebaiknya tidak memberikan akses secara otomatis tanpa membaca penjelasan aplikasi. Periksa pula kebijakan privasi untuk mengetahui bagaimana perusahaan mengumpulkan, menggunakan, menyimpan, dan mengelola data pribadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk layanan pinjaman online, ketentuan mengenai penggunaan data dan komunikasi dengan peminjam harus menjadi perhatian. Data pribadi merupakan informasi yang perlu dijaga karena penyalahgunaannya dapat menimbulkan risiko bagi konsumen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika menemukan permintaan akses yang tidak masuk akal atau mencurigakan, pertimbangkan untuk menghentikan proses pengajuan. Pilih penyedia yang memberikan penjelasan transparan mengenai pengelolaan data pengguna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">5. Pastikan Identitas dan Layanan Pengaduan Jelas<br>Penyedia layanan keuangan yang kredibel harus memiliki identitas perusahaan dan kanal layanan yang dapat diverifikasi. Periksa alamat, nomor layanan pelanggan, email, serta informasi perusahaan sebelum mengajukan pinjaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketersediaan kanal pengaduan juga penting apabila terjadi kesalahan transaksi atau perselisihan. Konsumen perlu mengetahui ke mana harus menyampaikan keluhan dan bagaimana mekanisme penyelesaiannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk penyelenggara LPBBTI, sistem elektronik juga harus menampilkan informasi penyelenggara dan status perizinannya. Ketentuan tersebut membantu pengguna mengenali penyedia layanan yang digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hindari aplikasi yang meminta pembayaran di muka melalui rekening pribadi atau menggunakan identitas perusahaan yang tidak dapat diverifikasi. Periksa informasi melalui kanal resmi sebelum melakukan transaksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">6. Sesuaikan Pinjaman dengan Kemampuan Membayar<br>Memastikan kemampuan membayar merupakan tahap yang tidak kalah penting. Pinjaman sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan dan tidak melebihi kemampuan keuangan setelah kebutuhan rutin terpenuhi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">OJK menetapkan penghasilan minimum penerima dana LPBBTI sebesar Rp3 juta per bulan. Ketentuan usia minimum juga ditetapkan 18 tahun atau telah menikah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persyaratan tersebut tidak berarti setiap orang dengan penghasilan Rp3 juta pasti mendapatkan pinjaman. Penyedia tetap dapat melakukan penilaian kelayakan berdasarkan kebijakan dan profil calon peminjam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum mengajukan, hitung pendapatan bersih, kebutuhan rutin, kewajiban lain, dan cicilan baru. Hindari mengambil limit maksimal hanya karena tersedia jika jumlah tersebut tidak sesuai dengan kemampuan pembayaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tunaiku sebagai Produk Pinjaman dari Amar Bank<br>Salah satu hal penting ketika mencari pinjaman online adalah membedakan penyedia LPBBTI dengan produk kredit dari bank. Tunaiku merupakan produk pinjaman yang disediakan PT Bank Amar Indonesia Tbk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, Tunaiku tidak tepat dikategorikan sebagai penyelenggara pinjaman P2P atau LPBBTI. Produk tersebut merupakan layanan pinjaman dari bank yang memiliki karakteristik dan ketentuan tersendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Amar Bank menyatakan bahwa bank tersebut berizin dan diawasi OJK. Tunaiku juga tercantum sebagai salah satu produk yang tersedia bagi nasabah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Informasi produk Tunaiku menyebut layanan tersebut menyediakan pinjaman tanpa agunan dengan limit hingga Rp30 juta dan tenor 6 hingga 30 bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketentuan bunga, biaya, limit, tenor, serta persetujuan pinjaman tetap perlu diperiksa pada penawaran resmi yang diterima calon nasabah. Persetujuan kredit juga bergantung pada penilaian bank dan tidak otomatis diberikan kepada setiap pemohon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan Hanya Mengejar Bunga Paling Rendah<br>Bunga rendah memang menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih pinjaman online. Namun, keputusan sebaiknya tidak hanya berdasarkan angka bunga yang tercantum dalam iklan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Legalitas, total biaya, keamanan data, transparansi kontrak, kualitas layanan pengaduan, dan kemampuan membayar juga harus diperhitungkan. Perbandingan menyeluruh membantu calon peminjam memahami konsekuensi finansial sebelum mengambil keputusan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">OJK terus mengembangkan pengaturan layanan pendanaan digital untuk memperkuat perlindungan konsumen dan menjaga kesehatan industri. Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penawaran pinjaman yang tidak dapat diverifikasi legalitasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan melakukan pemeriksaan sejak awal, masyarakat dapat mengurangi risiko menggunakan layanan keuangan ilegal atau mengambil pinjaman yang tidak sesuai kemampuan. Langkah paling aman adalah memastikan legalitas melalui kanal resmi dan membaca seluruh ketentuan sebelum menyetujui pinjaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://berita.cilegon.go.id/baca/Pemkot-Cilegon-Salurkan-Pinjaman-Dana-Bergulir-Tanpa-Bunga-dan-Jaminan/20260902/MjUyMjk1">Pemkot Cilegon Salurkan Pinjaman Dana Bergulir Tanpa Bunga dan Jaminan</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://optivara.id/6-cara-memilih-pinjaman-online-bunga-rendah-yang-legal/">6 Cara Memilih Pinjaman Online Bunga Rendah yang Legal</a> appeared first on <a href="https://optivara.id">optivara.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://optivara.id/6-cara-memilih-pinjaman-online-bunga-rendah-yang-legal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspadai Pinjaman Online, Masyarakat Diminta Bijak</title>
		<link>https://optivara.id/waspadai-pinjaman-online-masyarakat-diminta-bijak/</link>
					<comments>https://optivara.id/waspadai-pinjaman-online-masyarakat-diminta-bijak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 15:22:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manajemen Utang & Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[Bijak]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pinjaman online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://optivara.id/?p=484</guid>

					<description><![CDATA[<p>Waspadai Pinjaman Online, Masyarakat Diminta Bijak Menggunakannya Forum Diskusi Publik bertajuk “Waspadai Pinjaman Online” membahas risiko penggunaan pinjaman online di tengah perkembangan layanan keuangan digital. Kegiatan tersebut digelar Direktorat Komunikasi Publik dan Media Komdigi bersama Komisi I DPR RI pada Selasa (11/8/2026). Baca Juga &#8220;Dukung Program Prabowo, Bunga Pinjaman Nasabah PNM Turun Jadi 8%&#8220; Diskusi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://optivara.id/waspadai-pinjaman-online-masyarakat-diminta-bijak/">Waspadai Pinjaman Online, Masyarakat Diminta Bijak</a> appeared first on <a href="https://optivara.id">optivara.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Waspadai Pinjaman Online, Masyarakat Diminta Bijak Menggunakannya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Forum Diskusi Publik bertajuk “Waspadai Pinjaman Online” membahas risiko penggunaan pinjaman online di tengah perkembangan layanan keuangan digital. Kegiatan tersebut digelar Direktorat Komunikasi Publik dan Media Komdigi bersama Komisi I DPR RI pada Selasa (11/8/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260812161538-17-758641/dukung-program-prabowo-bunga-pinjaman-nasabah-pnm-turun-jadi-8">Dukung Program Prabowo, Bunga Pinjaman Nasabah PNM Turun Jadi 8%</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diskusi menekankan pentingnya literasi digital dan keuangan sebelum masyarakat menggunakan layanan pinjaman online. Pengguna perlu memahami kewajiban pembayaran, menjaga data pribadi, serta memastikan legalitas penyelenggara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat Diminta Lindungi Data Pribadi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anggota Komisi I DPR RI H. Slamet Aryadi mengingatkan masyarakat agar kewaspadaan terhadap pinjaman online dimulai dari perlindungan diri dan keluarga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, masyarakat perlu menjaga informasi sensitif seperti KTP dan NIK. Calon pengguna juga harus memastikan penyelenggara pinjaman online memiliki legalitas sebelum melakukan transaksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita harus mampu menjadi filter. Kita harus mampu menjadi pelindung bagi diri kita dan keluarga kita,” ujar Slamet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah tersebut penting karena data pribadi menjadi bagian dari proses pengajuan layanan keuangan digital. Pengguna sebaiknya tidak memberikan data kepada pihak yang legalitas dan tujuan penggunaannya tidak jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudahan Pinjaman Online Berisiko Picu Konsumtif</p>



<p class="wp-block-paragraph">Praktisi kehumasan dan pakar budaya digital Dr. Ruli Nasrullah menyoroti sisi lain dari kemudahan pinjaman online. Menurutnya, akses yang cepat dapat mendorong sebagian masyarakat menggunakan pinjaman secara berulang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut semakin berisiko ketika pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan masih terbatas. Kemudahan memperoleh dana dapat membuat kebutuhan dan keinginan sulit dibedakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ruli menilai masyarakat perlu memahami konsekuensi sebelum menggunakan fasilitas pinjaman. Pinjaman bukan tambahan pendapatan, melainkan kewajiban yang harus dilunasi sesuai perjanjian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pahami Kewajiban Sebelum Mengajukan Pinjaman</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pegiat literasi digital Ari Septi Nugraha meminta masyarakat membaca seluruh syarat dan ketentuan sebelum mengajukan pinjaman online.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menekankan bahwa dana pinjaman tetap menjadi kewajiban pengguna. Karena itu, calon peminjam perlu menghitung kemampuan pembayaran sebelum menyetujui perjanjian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pinjaman pada dasarnya adalah kewajiban yang harus dikembalikan,” ujar Ari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat juga perlu memahami jumlah pokok, biaya, bunga, denda, tenor, serta jadwal pembayaran. Informasi tersebut membantu calon peminjam menilai beban finansial secara lebih realistis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tiga Risiko Pinjaman Online yang Perlu Diwaspadai</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ari mengidentifikasi tiga risiko utama yang perlu menjadi perhatian masyarakat. Risiko tersebut meliputi beban utang dan bunga, penyalahgunaan data pribadi, serta manipulasi teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beban utang dapat meningkat ketika pengguna mengambil pinjaman tanpa memperhitungkan kemampuan membayar. Risiko lainnya muncul ketika data pribadi digunakan secara tidak semestinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan AI juga menghadirkan tantangan baru dalam ekosistem digital. Masyarakat perlu lebih kritis terhadap pesan, identitas, tautan, atau informasi yang tampak meyakinkan tetapi belum terverifikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cara Memastikan Pinjaman Online Legal</p>



<p class="wp-block-paragraph">Legalitas penyelenggara menjadi salah satu langkah penting sebelum masyarakat menggunakan layanan pinjaman online. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyediakan direktori penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi atau LPBBTI yang berizin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Per 31 Maret 2026, OJK mencatat terdapat 95 penyelenggara LPBBTI yang berizin. OJK juga mengimbau masyarakat menggunakan layanan dari penyelenggara yang telah memperoleh izin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat dapat memeriksa legalitas pelaku usaha melalui Financial Institutions Directory (FIND) milik OJK. Direktori tersebut menyediakan informasi mengenai pelaku usaha sektor jasa keuangan yang berizin, terdaftar, atau diawasi OJK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengecekan legalitas juga dapat dilakukan melalui Kontak OJK 157. OJK mencantumkan layanan tersebut sebagai kanal untuk memeriksa status izin penawaran produk jasa keuangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Literasi Digital Jadi Kunci Penggunaan Pinjol</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perkembangan pinjaman online memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah melalui perangkat digital. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi kemampuan masyarakat dalam menilai risiko dan mengelola kewajiban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengguna sebaiknya tidak mengambil pinjaman hanya karena proses pengajuan berlangsung cepat. Kebutuhan, kemampuan membayar, biaya pinjaman, dan legalitas penyelenggara perlu diperiksa sebelum keputusan dibuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Forum Diskusi Publik tersebut menegaskan bahwa perlindungan konsumen membutuhkan peran masyarakat, pemerintah, regulator, dan pelaku industri. Peningkatan literasi menjadi langkah penting agar teknologi keuangan memberikan manfaat tanpa menimbulkan beban yang tidak terkendali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan semakin berkembangnya layanan digital, sikap kritis dan bijak menjadi perlindungan pertama bagi pengguna. Masyarakat yang memahami risiko akan lebih siap memilih layanan keuangan yang legal, transparan, dan sesuai kemampuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://ekonomi.bisnis.com/read/20260812/12/1995719/bunga-pinjaman-mekaar-dipangkas-jadi-8-berlaku-mulai-september">Bunga Pinjaman Mekaar Dipangkas Jadi 8%, Berlaku Mulai September</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://optivara.id/waspadai-pinjaman-online-masyarakat-diminta-bijak/">Waspadai Pinjaman Online, Masyarakat Diminta Bijak</a> appeared first on <a href="https://optivara.id">optivara.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://optivara.id/waspadai-pinjaman-online-masyarakat-diminta-bijak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyebab Orang Masih Terjebak Pinjaman Online</title>
		<link>https://optivara.id/penyebab-orang-masih-terjebak-pinjaman-online/</link>
					<comments>https://optivara.id/penyebab-orang-masih-terjebak-pinjaman-online/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2026 16:18:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manajemen Utang & Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[pinjaman online]]></category>
		<category><![CDATA[terjebak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://optivara.id/?p=404</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penyebab Masyarakat Masih Terjebak Pinjaman Online dan Pentingnya Literasi KeuanganPT Malahayati Nusantara Raya Perkuat Edukasi dan Pendampingan Korban Pinjol Ilegal Pinjaman online ilegal masih menjadi persoalan serius di Indonesia.&#160;Kemudahan akses pinjaman melalui aplikasi digital sering kali membuat masyarakat mengabaikan risiko yang menyertainya. Rendahnya literasi keuangan dan minimnya pemahaman terhadap layanan keuangan digital menjadi faktor utama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://optivara.id/penyebab-orang-masih-terjebak-pinjaman-online/">Penyebab Orang Masih Terjebak Pinjaman Online</a> appeared first on <a href="https://optivara.id">optivara.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penyebab Masyarakat Masih Terjebak Pinjaman Online dan Pentingnya Literasi Keuangan<br>PT Malahayati Nusantara Raya Perkuat Edukasi dan Pendampingan Korban Pinjol Ilegal</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>Pinjaman online ilegal masih menjadi persoalan serius di Indonesia.</mark>&nbsp;Kemudahan akses pinjaman melalui aplikasi digital sering kali membuat masyarakat mengabaikan risiko yang menyertainya. Rendahnya literasi keuangan dan minimnya pemahaman terhadap layanan keuangan digital menjadi faktor utama yang menyebabkan banyak orang tetap terjebak dalam praktik pinjaman online ilegal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://timesindonesia.co.id/pemerintahan/598283/silpa-apbd-surabaya-rp516-miliar-disorot-banggar-pertanyakan-pinjaman-daerah">SiLPA APBD Surabaya Rp516 Miliar Disorot, Banggar Pertanyakan Pinjaman Daerah</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah tantangan tersebut, PT Malahayati Nusantara Raya menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan program edukasi mengenai bahaya pinjaman online, literasi keuangan, serta pendampingan bagi masyarakat yang telah menjadi korban. Program tersebut tetap berjalan meski perusahaan masih menyelesaikan sejumlah proses administratif sesuai ketentuan yang berlaku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur PT Malahayati Nusantara Raya, Ahmad Maulana Wijaya, menjelaskan bahwa tujuan utama perusahaan sejak awal adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan risiko layanan pinjaman digital yang tidak memiliki izin resmi. Menurutnya, langkah pencegahan melalui edukasi menjadi cara paling efektif untuk mengurangi jumlah korban pinjaman online ilegal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengatakan edukasi diberikan kepada masyarakat yang belum pernah menggunakan layanan pinjaman online agar memahami risiko sebelum mengambil keputusan. Sementara itu, masyarakat yang sudah terlanjur terjerat memperoleh layanan konsultasi dan pendampingan untuk membantu mencari solusi sesuai kondisi yang dihadapi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Ahmad, rendahnya literasi digital membuat sebagian masyarakat belum mampu membedakan platform pinjaman legal dan ilegal. Kondisi tersebut diperparah dengan kebutuhan dana yang mendesak sehingga banyak orang tergoda oleh proses pencairan yang cepat tanpa memahami konsekuensi bunga, denda, maupun penyalahgunaan data pribadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk meningkatkan pemahaman publik, perusahaan secara rutin menyelenggarakan seminar, diskusi publik, pelatihan, dan berbagai kegiatan edukasi mengenai literasi keuangan. Materi yang diberikan mencakup cara mengenali ciri-ciri pinjaman online ilegal, pentingnya mengelola keuangan secara sehat, hingga langkah yang dapat dilakukan apabila sudah menjadi korban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Kuasa Hukum PT Malahayati Nusantara Raya, Albert, menjelaskan bahwa perusahaan masih menjalankan proses penyelesaian administrasi setelah melakukan audiensi dengan Satgas PASTI pada Juni 2026. Seluruh persyaratan yang diminta terus dipenuhi sesuai regulasi yang berlaku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Albert menegaskan bahwa proses administrasi tersebut tidak mengganggu pelaksanaan program utama perusahaan. Selama proses berlangsung, berbagai kegiatan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat tetap dilaksanakan sebagaimana sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penjelasan mengenai model bisnis perusahaan juga disampaikan oleh Kepala Departemen Humas PT Malahayati Nusantara Raya, Syahroji. Ia menegaskan bahwa perusahaan bukan lembaga jasa keuangan dan tidak melakukan penghimpunan dana masyarakat. Fokus perusahaan adalah memberikan layanan konsultasi dan pendampingan bagi masyarakat yang menghadapi persoalan, khususnya terkait pinjaman online.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Syahroji, kegiatan edukasi literasi keuangan telah menjadi bagian dari program perusahaan sejak awal berdiri. Sementara proses yang sedang berlangsung hanya berkaitan dengan penyempurnaan administrasi untuk layanan tertentu dan tidak menghentikan aktivitas perusahaan secara keseluruhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain memberikan konsultasi mengenai pinjaman online, perusahaan juga mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bagi pelaku usaha yang mengalami kesulitan akibat beban pinjaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan turut melaksanakan berbagai kegiatan sosial, mulai dari rehabilitasi rumah korban kebakaran, pelatihan kerja, diskusi publik, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat membangun kembali kondisi ekonomi secara berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena meningkatnya kasus pinjaman online ilegal menunjukkan bahwa edukasi keuangan masih menjadi kebutuhan mendesak di Indonesia. Di era digital, masyarakat dituntut lebih cermat dalam memilih layanan keuangan dan memastikan setiap platform yang digunakan telah memiliki izin dari otoritas berwenang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, PT Malahayati Nusantara Raya berencana memperluas kolaborasi dengan instansi pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi sehingga semakin banyak masyarakat memahami pentingnya literasi keuangan dan penggunaan layanan keuangan digital yang aman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui penguatan edukasi, konsultasi, dan pendampingan, perusahaan berharap angka korban pinjaman online ilegal dapat terus ditekan. Peningkatan literasi keuangan dinilai menjadi fondasi penting untuk membangun masyarakat yang lebih bijak dalam mengelola keuangan serta terhindar dari risiko penyalahgunaan layanan pinjaman digital di masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://money.kompas.com/read/2026/07/09/223941226/fitur-rapor-kredit-mudahkan-nasabah-cek-riwayat-pinjaman">Fitur Rapor Kredit Mudahkan Nasabah Cek Riwayat Pinjaman</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://optivara.id/penyebab-orang-masih-terjebak-pinjaman-online/">Penyebab Orang Masih Terjebak Pinjaman Online</a> appeared first on <a href="https://optivara.id">optivara.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://optivara.id/penyebab-orang-masih-terjebak-pinjaman-online/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gen Z Diminta Waspadai Risiko Pinjaman Online</title>
		<link>https://optivara.id/gen-z-diminta-waspadai-risiko-pinjaman-online/</link>
					<comments>https://optivara.id/gen-z-diminta-waspadai-risiko-pinjaman-online/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 15:05:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manajemen Utang & Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[Gen Z]]></category>
		<category><![CDATA[pinjaman online]]></category>
		<category><![CDATA[risiko]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://optivara.id/?p=255</guid>

					<description><![CDATA[<p>Universitas Al-Azhar Ingatkan Gen Z tentang Risiko Pinjaman Online dan PayLater Meningkatnya penggunaan pinjaman online, layanan PayLater, dan kebiasaan belanja impulsif di kalangan generasi muda mulai menjadi perhatian serius dunia pendidikan dan industri keuangan. Fenomena ini dinilai dapat memicu masalah finansial jangka panjang apabila tidak diimbangi dengan literasi digital dan pengelolaan keuangan yang baik. Baca [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://optivara.id/gen-z-diminta-waspadai-risiko-pinjaman-online/">Gen Z Diminta Waspadai Risiko Pinjaman Online</a> appeared first on <a href="https://optivara.id">optivara.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Universitas Al-Azhar Ingatkan Gen Z tentang Risiko Pinjaman Online dan PayLater</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meningkatnya penggunaan pinjaman online, layanan PayLater, dan kebiasaan belanja impulsif di kalangan generasi muda mulai menjadi perhatian serius dunia pendidikan dan industri keuangan. Fenomena ini dinilai dapat memicu masalah finansial jangka panjang apabila tidak diimbangi dengan literasi digital dan pengelolaan keuangan yang baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://batam.kemenag.go.id/main/panduan-resmi-cara-membatalkan-pinjaman-seabank-pinjam">Panduan Resmi Cara membatalkan pinjaman Seabank Pinjam</a></em></strong>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut menjadi fokus utama dalam kegiatan “Literasi Fintech: Anak Muda Smart Financial User” yang digelar Universitas Al-Azhar Indonesia bersama JAPELIDI, ASPIKOM, dan Trimegah Sekuritas di Jakarta Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ini menghadirkan akademisi, pegiat literasi digital, serta pelaku industri keuangan untuk membahas tantangan generasi muda menghadapi sistem ekonomi digital yang semakin agresif. Diskusi juga menyoroti bagaimana media sosial dan platform digital mempengaruhi perilaku konsumtif anak muda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rektor UAI Ajak Mahasiswa Gunakan Teknologi secara Bijak</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia, Widodo Muktiyo, mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan justru menjerat pengguna dalam masalah finansial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Widodo, generasi muda perlu memahami bahwa literasi keuangan kini menjadi bagian penting dari kecakapan digital. Ia juga meminta mahasiswa memanfaatkan media sosial secara positif dan bertanggung jawab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Gunakan teknologi dan literasi finansial untuk membangun peradaban finansial yang sehat dan cerdas,” ujar Widodo dalam kegiatan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai generasi muda memiliki peluang besar memanfaatkan teknologi untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik. Namun, kemampuan mengendalikan diri tetap menjadi faktor utama dalam menghadapi derasnya pengaruh ekonomi digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pinjaman Online Disebut Bisa Menjadi Jebakan Finansial</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengajar Universitas Mercu Buana, Engga Probi Endri, menjelaskan bahwa literasi fintech saat ini bukan hanya soal memahami aplikasi keuangan digital. Menurutnya, pemahaman tersebut juga menjadi bentuk perlindungan diri terhadap jebakan utang dan manipulasi platform digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Engga menilai banyak anak muda merasa aman menggunakan cicilan digital karena nominal pembayaran terlihat kecil. Padahal, akumulasi pengeluaran tersebut dapat berkembang menjadi beban finansial besar jika tidak dikontrol.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark>“Literasi fintech bukan lagi pilihan, tetapi bentuk pertahanan diri terhadap jebakan utang dan penipuan digital,” tegasnya.</mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga mengingatkan bahwa kemudahan akses pinjaman online sering membuat pengguna lupa menghitung kemampuan finansial secara realistis. Situasi itu dinilai semakin berisiko ketika pengguna terbiasa membeli barang demi kepuasan sesaat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Media Sosial Dinilai Memperkuat Budaya Konsumtif Anak Muda</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sesi berikutnya, akademisi Program Vokasi UI, Devie Rahmawati, menjelaskan bahwa media sosial kini tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga ruang yang membentuk perilaku konsumsi generasi muda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Devie, banyak platform digital modern bekerja dengan memanfaatkan sisi emosional pengguna. Algoritma media sosial dinilai mampu membaca kondisi psikologis seseorang, termasuk ketika sedang merasa sedih, kesepian, atau ingin mendapat pengakuan sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menyebut kondisi tersebut membuat budaya belanja impulsif semakin sulit dikendalikan. Anak muda sering membeli barang bukan karena kebutuhan utama, melainkan demi validasi sosial dan keinginan terlihat sukses di media digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Masalah terbesar generasi muda hari ini bukan tidak bisa mencari uang, tetapi terlalu cepat merasa punya uang,” ujar Devie di hadapan mahasiswa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Devie juga menyoroti munculnya fenomena “frictionless economy”, yaitu sistem ekonomi digital yang membuat proses berutang terasa cepat dan hampir tanpa hambatan psikologis. Menurutnya, layanan PayLater dan pinjaman instan membuat pengguna tidak lagi merasakan tekanan saat mengeluarkan uang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Generasi Muda Mulai Didorong Beralih ke Investasi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain membahas risiko konsumtif, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa mulai memahami investasi dan perencanaan keuangan jangka panjang. Perwakilan Trimegah Sekuritas, Ceasarini Felicia, menjelaskan pentingnya mengubah pola pikir dari konsumsi menjadi pengelolaan aset.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pemaparannya, mahasiswa diperkenalkan pada konsep dasar pasar modal, saham, obligasi, dan reksa dana. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki profil risiko dan tujuan finansial berbeda sehingga strategi investasi juga harus disesuaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ceasarini juga mengingatkan bahwa inflasi secara perlahan dapat mengurangi nilai uang apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, generasi muda dinilai perlu mulai memahami investasi sejak dini, bahkan dengan modal kecil melalui platform digital resmi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Literasi Finansial Dinilai Jadi Kebutuhan Utama di Era Digital</p>



<p class="wp-block-paragraph">Moderator kegiatan, Irwa Rochimah Zarkasi, menilai tantangan generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya. Anak muda hidup dalam tekanan media sosial, budaya konsumtif, dan promosi digital yang berlangsung tanpa henti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, panitia kegiatan dari UAI dan JAPELIDI, Cut Meutia Karolina, menegaskan pentingnya kolaborasi antara kampus dan komunitas literasi digital untuk membangun budaya finansial yang lebih sehat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, literasi finansial di era digital tidak lagi sekadar kemampuan menghitung uang atau menabung. Generasi muda juga harus mampu memahami perilaku konsumsi, mengendalikan impuls, serta mengenali manipulasi psikologis yang muncul di ruang digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa masa depan finansial generasi muda sangat dipengaruhi kemampuan mengelola diri di tengah derasnya budaya konsumtif digital. Di era teknologi modern, kemampuan mengatakan “cukup” dinilai sama pentingnya dengan kemampuan menghasilkan uang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga &#8220;<em><strong><a href="https://id.investing.com/news/stock-market-news/saham-perpetua-resources-melonjak-setelah-pinjaman-exim-29-miliar-disetujui-93CH-2973170">Saham Perpetua Resources melonjak setelah pinjaman EXIM $2,9 miliar disetujui</a></strong></em>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://optivara.id/gen-z-diminta-waspadai-risiko-pinjaman-online/">Gen Z Diminta Waspadai Risiko Pinjaman Online</a> appeared first on <a href="https://optivara.id">optivara.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://optivara.id/gen-z-diminta-waspadai-risiko-pinjaman-online/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
