Bank Sumut Jadi Mitra Pinjaman Bunga 0 Persen Batam

Bank Sumut

Bank Sumut Dukung Program Pinjaman Subsidi Bunga 0 Persen Pemkot Batam untuk UMKM
Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, menggandeng PT Bank Sumut (Perseroda) sebagai mitra penyalur program pinjaman subsidi bunga atau margin 0 persen. Kerja sama tersebut menjadi langkah pemerintah daerah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga “Viral Dugaan Pelecehan Saat Penagihan Pinjaman Online, Yasonna Laoly Minta OJK dan Polisi Bertindak

Melalui program ini, pelaku usaha mikro di Batam mendapatkan kesempatan memperoleh pembiayaan dengan skema yang lebih ringan. Pemerintah berharap kemudahan akses modal dapat membantu UMKM meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Bank Sumut menjadi bank ketiga yang bergabung dalam program tersebut setelah Bank BTN dan Bank Riau Kepri Syariah. Kehadiran mitra perbankan baru ini diharapkan dapat memperluas jangkauan penerima manfaat program pembiayaan.

Bank Sumut Siap Perluas Akses Pembiayaan UMKM Batam
Pemimpin Divisi Kredit Konsumer Bank Sumut Faisal Panggabean menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam atas kepercayaan yang diberikan kepada perseroan.

Menurut Faisal, kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Sumut dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan produktif.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Batam atas kepercayaan diberikan kepada Bank Sumut,” ujar Faisal.

Ia menjelaskan bahwa program subsidi bunga 0 persen dapat membantu pelaku UMKM memperoleh tambahan modal usaha tanpa terbebani biaya bunga. Dengan dukungan pembiayaan tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan memperluas skala bisnisnya.

Bank Sumut juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui layanan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pemkot Batam Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pembangunan.

Ia menilai akses pembiayaan yang mudah menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan daya saing UMKM.

“Akses pembiayaan yang mudah menjadi salah satu instrumen penting memperkuat daya saing UMKM, sehingga mampu tumbuh sebagai penggerak ekonomi daerah,” kata Amsakar.

Melalui program pinjaman subsidi bunga 0 persen, Pemkot Batam berharap pelaku usaha mikro memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan bisnis. Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan lebih banyak upaya memperkuat ekosistem pembiayaan bagi pelaku usaha kecil. Dengan akses modal yang semakin terbuka, UMKM diharapkan wirausaha baru.

Program Pinjaman Tanpa Agunan Berikan Modal hingga Rp20 Juta
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam Salim menjelaskan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran Rp3 miliar untuk mendukung program subsidi bunga atau margin 0 persen.

Pembiayaan tersebut ditujukan bagi pelaku usaha mikro dengan nilai pinjaman hingga Rp20 juta tanpa menggunakan agunan.

Menurut Salim, skema tersebut dirancang agar pelaku usaha kecil yang selama ini memiliki keterbatasan akses permodalan tetap dapat memperoleh dukungan finansial.

Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat yang ingin mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, serta menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan sekitar.

Selain memberikan pembiayaan, pemerintah juga menyiapkan pendampingan bagi pelaku usaha agar mampu mengelola bisnis secara lebih berkelanjutan.

Target Pemkot Batam Kembangkan Ribuan Pelaku Usaha
Pada tahun ini, Pemerintah Kota Batam menargetkan program pemberdayaan dapat menjangkau 1.850 usaha mikro. Pemerintah juga menargetkan pemberdayaan terhadap 215 usaha mikro serta pendampingan bagi 1.500 wirausaha baru.

Pendampingan tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan usaha, pengurusan legalitas bisnis, hingga perluasan akses pasar.

Pemkot Batam menilai penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi langkah penting agar UMKM tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bertahan dan berkembang.

Dengan kombinasi pembiayaan dan pendampingan, pemerintah berharap UMKM dapat menjadi salah satu sektor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi Batam.

Rencana Peningkatan Plafon Pembiayaan UMKM
Melihat kebutuhan pelaku usaha yang terus berkembang, Pemerintah Kota Batam berencana mengusulkan peningkatan nilai plafon pembiayaan pada program tersebut.

Salim menyampaikan bahwa pemerintah akan mengupayakan kenaikan plafon pinjaman menjadi Rp50 juta hingga Rp100 juta pada tahap berikutnya.

Peningkatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi UMKM yang membutuhkan modal lebih besar untuk ekspansi usaha.

Kerja sama antara Pemkot Batam dan Bank Sumut menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem pembiayaan bagi pelaku usaha kecil. Dengan akses modal yang semakin terbuka, UMKM diharapkan mampu tumbuh lebih kompetitif dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Program subsidi bunga 0 persen ini menunjukkan peran pemerintah daerah dan sektor perbankan dalam menciptakan peluang ekonomi yang lebih inklusif bagi masyarakat Batam.

Baca Juga “Bupati Belu Dorong Skema Pinjaman Daerah, Tingkatkan Anggaran Infrastruktur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *