Jelang Lebaran 2026, BRI Finance Genjot Pembiayaan Mobil Bekas

BRI Finance Maksimalkan Peluang Pembiayaan Kendaraan Bekas Jelang Lebaran 2026

Menjelang Lebaran 2026, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) memanfaatkan momentum meningkatnya mobilitas masyarakat untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan, khususnya pada segmen kendaraan bekas. Aktivitas mudik, kebutuhan transportasi keluarga, dan kegiatan usaha meningkat signifikan, sehingga mendorong permintaan kendaraan yang lebih terjangkau.

Kendaraan bekas menjadi alternatif strategis karena harga yang relatif lebih rendah dibanding mobil baru, namun tetap memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat. Hal ini memungkinkan konsumen memiliki kendaraan untuk mudik atau aktivitas sehari-hari tanpa menimbulkan beban finansial berlebih. Data internal BRI Finance menunjukkan peningkatan pengajuan pembiayaan kendaraan bekas setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, menandakan tren yang konsisten setiap tahun.

baca juga”99% ASN Kemenkeu Sudah Lapor Pajak SPT Tahunan via Coretax

Permintaan Kendaraan Bekas Menguat Jelang Lebaran

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menjelaskan, “Menjelang Lebaran, biasanya terjadi lonjakan kebutuhan kendaraan. Segmen kendaraan bekas menjadi pilihan banyak masyarakat karena lebih terjangkau, tetapi tetap memenuhi kebutuhan mobilitas, baik untuk mudik maupun kegiatan ekonomi lokal.”

BRI Finance tetap menerapkan prinsip prudent lending dalam menyalurkan pembiayaan. Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga kualitas portofolio, mengurangi risiko kredit bermasalah, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Perusahaan juga melakukan analisis harga kendaraan bekas secara rutin untuk memastikan pembiayaan sesuai nilai pasar.

Strategi BRI Finance Tangkap Momentum

Untuk memaksimalkan peluang ini, BRI Finance memperkuat kolaborasi dengan dealer dan mitra penjual kendaraan di berbagai daerah. Kerja sama ini memungkinkan perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan pembiayaan, memudahkan konsumen mengakses kendaraan, serta meningkatkan penyaluran kredit di segmen kendaraan bekas.

Selain itu, perusahaan meningkatkan aktivitas pemasaran melalui berbagai kanal, termasuk digital marketing, media sosial, dan kampanye langsung di dealer. Langkah ini mempermudah masyarakat untuk mengajukan pembiayaan dengan proses cepat dan efisien. Wahyudi menambahkan, “Kami mendorong proses pembiayaan yang praktis dan cepat agar masyarakat bisa segera mendapatkan kendaraan tanpa birokrasi panjang.”

Dampak Positif Terhadap Mobilitas dan Ekonomi

Pembiayaan kendaraan bekas tidak hanya menjawab kebutuhan transportasi masyarakat, tetapi juga berdampak pada perekonomian lokal. Kendaraan bekas yang didukung pembiayaan memudahkan distribusi barang, transportasi jasa, dan aktivitas usaha kecil-menengah. Dengan mobilitas yang meningkat, masyarakat dapat melakukan kegiatan ekonomi lebih lancar, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, ketersediaan kendaraan bekas yang terjangkau membantu masyarakat tetap produktif menjelang Lebaran. Hal ini berkontribusi pada peningkatan daya beli masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem otomotif nasional.

Fokus Jangka Panjang dan Kesehatan Portofolio

BRI Finance menekankan bahwa walaupun fokus utama saat ini adalah momen jelang Lebaran, perusahaan tetap mengutamakan keberlanjutan bisnis. Setiap pembiayaan disertai analisis risiko mendalam untuk memastikan kualitas portofolio tetap terjaga. Strategi ini juga menjaga kesehatan finansial perusahaan sekaligus memberikan layanan aman bagi masyarakat.

Wahyudi menambahkan, “Pertumbuhan bisnis kendaraan bekas tidak hanya soal volume pembiayaan, tetapi juga kualitas dan keamanan portofolio. Kami ingin memastikan pertumbuhan tetap berkelanjutan sambil mendukung mobilitas masyarakat.”

Inovasi Layanan dan Aksesibilitas

Untuk mempermudah proses pembiayaan, BRI Finance juga memperkenalkan berbagai inovasi layanan, termasuk simulasi kredit online, pengajuan dokumen secara digital, dan konsultasi virtual melalui aplikasi perusahaan. Layanan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih nyaman dan transparan bagi masyarakat yang ingin membeli kendaraan bekas.

Dengan kombinasi strategi pemasaran, kolaborasi dengan dealer, dan inovasi layanan digital, BRI Finance menargetkan peningkatan penyaluran pembiayaan kendaraan bekas hingga 20–25% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan tren permintaan kendaraan menjelang Lebaran yang terus meningkat setiap tahunnya.

Kesimpulan

BRI Finance memanfaatkan momentum jelang Lebaran 2026 untuk mendorong pembiayaan kendaraan bekas, dengan pendekatan yang hati-hati namun agresif dalam menjangkau konsumen. Strategi ini tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan dalam industri pembiayaan otomotif nasional. Melalui prinsip prudent lending, kolaborasi strategis, dan inovasi layanan, BRI Finance memastikan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

baca juga”Ajaib: Investor Muda Dominasi Pasar, Pengguna Tembus 7 Juta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *