Remala Abadi Tarik Pinjaman Rp200 Miliar untuk Capex

Remala Abadi

Remala Abadi Cairkan Pinjaman Rp200 Miliar untuk Ekspansi Jaringan Telekomunikasi
PT Remala Abadi Tbk (DATA) mulai merealisasikan fasilitas pembiayaan perbankan dengan melakukan pencairan pinjaman sebesar Rp200 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) serta pembayaran sebagian kewajiban pinjaman perusahaan.

Baca Juga “Skema Angsuran KUR BCA 2026 Pinjaman Rp100 Juta Tenor 1-5 Tahun, Cek Syarat dan Cara Pengajuan

Direktur Utama Remala Abadi, Agus Setiono, menjelaskan pencairan dana dilakukan pada 15 Juli 2026. Perusahaan masih memiliki sisa plafon pinjaman yang akan ditarik secara bertahap sesuai kebutuhan pendanaan dan rencana ekspansi bisnis.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi DATA untuk memperkuat infrastruktur telekomunikasi. Perusahaan menilai tambahan pendanaan diperlukan untuk memperluas jaringan serta meningkatkan kapasitas aset yang dapat mendukung pertumbuhan pendapatan.

DATA Gunakan Pinjaman untuk Capex dan Pelunasan Utang
Agus Setiono menyampaikan bahwa sebagian besar dana pinjaman akan dialokasikan untuk kebutuhan belanja modal. Fokus utama penggunaan dana tersebut adalah pengembangan jaringan telekomunikasi perusahaan.

“Pada tanggal 15 Juli 2026, DATA telah melakukan pencairan sejumlah Rp200 miliar untuk pelunasan pinjaman yang telah ada dan belanja modal,” ujar Agus dalam keterangannya kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat (24/7/2026).

Selain mendukung ekspansi jaringan, sebagian dana juga digunakan untuk melunasi sebagian pinjaman yang sebelumnya dimiliki perusahaan. Pengelolaan dana tersebut dilakukan agar struktur pendanaan tetap sesuai dengan kebutuhan operasional dan pengembangan bisnis.

Perusahaan berharap investasi melalui belanja modal dapat meningkatkan aset produktif. Dengan bertambahnya infrastruktur jaringan, DATA memperkirakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan juga dapat meningkat.

Ekspansi Infrastruktur Jadi Fokus Penggunaan Dana
Remala Abadi menempatkan pengembangan jaringan telekomunikasi sebagai prioritas dalam pemanfaatan fasilitas pembiayaan tersebut. Perusahaan melihat kebutuhan konektivitas yang terus meningkat menjadi peluang untuk memperluas layanan.

Agus menjelaskan tambahan fasilitas pinjaman akan memberikan ruang bagi perusahaan untuk menjalankan rencana ekspansi. Menurutnya, peningkatan penggunaan utang merupakan bagian dari strategi pendanaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

“Sebagian besar tujuan penggunaan fasilitas pinjaman adalah belanja modal (capital expenditure) untuk perluasan jaringan sehingga berdampak positif pada peningkatan aset dan pendapatan,” kata Agus.

Melalui investasi infrastruktur, DATA menargetkan peningkatan kemampuan operasional serta penguatan posisi perusahaan di sektor telekomunikasi.

Tambahan Pinjaman Meningkatkan Rasio Utang Perusahaan
Manajemen Remala Abadi menyadari bahwa tambahan fasilitas pembiayaan akan berdampak terhadap rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER).

Agus menyebut peningkatan leverage tersebut tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pendanaan ekspansi jaringan perusahaan. Menurutnya, penggunaan fasilitas pinjaman menjadi bagian dari strategi untuk mempercepat pengembangan bisnis.

Perusahaan tetap memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan ekspansi dan pengelolaan struktur keuangan. Dengan perencanaan yang tepat, tambahan pendanaan diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi pertumbuhan perusahaan.

Bank Pendukung Berikan Fasilitas dengan Jaminan Korporasi
Fasilitas pembiayaan yang diperoleh Remala Abadi berasal dari sejumlah bank, yaitu PT Bank Permata Tbk, PT Bank QNB Indonesia Tbk, dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk.

Pendanaan tersebut mendapatkan dukungan berupa corporate guarantee dari Protelindo sebagai perusahaan pengendali DATA. Dukungan tersebut membantu perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dengan tingkat bunga yang kompetitif.

Agus menjelaskan keberadaan corporate guarantee menjadi salah satu faktor yang mempermudah perusahaan mendapatkan pembiayaan dari perbankan.

“Kemudahan dalam mendapatkan fasilitas pinjaman bank karena dukungan dari Protelindo selaku pengendali DATA dengan cara memberikan corporate guarantee, sehingga mendapatkan tingkat bunga pinjaman yang kompetitif,” jelas Agus.

Remala Abadi Perkuat Pertumbuhan Melalui Investasi Jaringan
Pencairan pinjaman Rp200 miliar menunjukkan langkah Remala Abadi dalam memperkuat kapasitas bisnis melalui investasi infrastruktur. Perusahaan akan menggunakan dana tersebut secara bertahap sesuai kebutuhan ekspansi dan strategi operasional.

Dengan fokus pada pengembangan jaringan telekomunikasi, DATA berharap dapat meningkatkan aset, memperluas cakupan layanan, dan menciptakan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan.

Pengelolaan pendanaan yang efektif menjadi faktor penting agar ekspansi perusahaan tetap berjalan sejalan dengan kondisi keuangan. Ke depan, strategi investasi jaringan akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan Remala Abadi di sektor telekomunikasi.

Baca Juga “PGEO Raih Fasilitas Pinjaman Rp 1,34 Triliun dari Bank Mizuho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *