Permintaan Asuransi Perjalanan Meningkat Saat Mudik Lebaran 2026
GEGI Catat Lonjakan Premi dan Perubahan Perilaku Konsumen
Permintaan asuransi perjalanan mengalami peningkatan signifikan selama periode mudik Lebaran 2026. Tingginya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan antarkota maupun antarprovinsi mendorong kebutuhan perlindungan tambahan selama perjalanan.
PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) melaporkan adanya lonjakan permintaan produk asuransi perjalanan, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap risiko perjalanan. Kondisi ini diperkuat oleh kemudahan akses pembelian melalui platform digital yang semakin luas digunakan.
baca juga”Kasus Kartel Bunga: OJK Minta Pinjol Perbaiki Tata Kelola“
Marketing Director GEGI, Linggawati Tok, menyebut bahwa tren kenaikan permintaan dipengaruhi oleh kombinasi musim mudik dan periode libur panjang. Selain itu, transformasi digital di sektor asuransi turut mempermudah masyarakat dalam mengakses produk perlindungan.
“Peningkatan permintaan terutama dipicu oleh aktivitas mudik dan liburan, serta kemudahan pembelian melalui kanal digital,” ujar Linggawati dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).
Ia menambahkan bahwa distribusi produk kini tidak hanya melalui agen konvensional, tetapi juga melalui kerja sama dengan mitra perjalanan dan platform online. Hal ini membuat asuransi perjalanan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat luas.
Pertumbuhan Premi 30% dan Kinerja Keuangan Positif
Dari sisi kinerja, GEGI mencatat pertumbuhan premi asuransi perjalanan sekitar 30% selama periode mudik dibandingkan periode sebelum Lebaran. Peningkatan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap perlindungan perjalanan terus berkembang.
Kontribusi premi berasal dari berbagai kanal distribusi, termasuk pembelian individu melalui agen perjalanan dan bundling produk di platform digital. Model distribusi ini dinilai efektif dalam menjangkau konsumen yang memiliki kebutuhan berbeda.
Secara keseluruhan, kinerja perusahaan juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan keuangan per Februari 2026, pendapatan premi bruto GEGI mencapai Rp 214,29 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 180,86 miliar.
Meski demikian, perusahaan tidak merinci nilai premi khusus untuk produk asuransi perjalanan. Namun, pertumbuhan yang tercatat mencerminkan kontribusi signifikan dari segmen tersebut selama musim mudik.
Linggawati mengungkapkan bahwa potensi pertumbuhan sebenarnya bisa lebih tinggi jika tidak dipengaruhi oleh kondisi global. Ketidakpastian geopolitik di sejumlah wilayah memicu pembatalan perjalanan, yang secara tidak langsung berdampak pada penjualan asuransi.
Tren Klaim dan Risiko Perjalanan yang Dominan
Dari sisi klaim, GEGI masih melakukan pemantauan karena sebagian besar pengajuan biasanya dilakukan setelah perjalanan selesai. Meski begitu, perusahaan menilai volume klaim saat ini masih berada dalam batas yang terkendali.
Jenis klaim yang paling sering diajukan umumnya berkaitan dengan kecelakaan selama perjalanan dan kebutuhan pengobatan. Selain itu, klaim akibat keterlambatan atau pembatalan perjalanan serta kehilangan bagasi juga cukup dominan, terutama pada moda transportasi udara.
“Secara umum, volume klaim masih dapat dikelola, dengan mayoritas terkait kecelakaan, pengobatan, serta gangguan perjalanan seperti delay dan bagasi,” jelas Linggawati.
Data ini menunjukkan bahwa risiko perjalanan tidak hanya berasal dari faktor keselamatan, tetapi juga dari aspek operasional transportasi. Oleh karena itu, perlindungan asuransi menjadi semakin relevan bagi para pelaku perjalanan.
Tantangan Musiman dan Prospek Jangka Panjang
Meski menunjukkan pertumbuhan yang positif, GEGI mengakui bahwa penjualan asuransi perjalanan masih bersifat musiman. Permintaan cenderung meningkat pada periode tertentu seperti mudik Lebaran dan libur panjang, namun menurun di luar musim tersebut.
Menurut Linggawati, tantangan ke depan adalah mendorong penggunaan asuransi perjalanan secara lebih konsisten sepanjang tahun. Hal ini memerlukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan perjalanan, tidak hanya saat momen tertentu.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat pascapandemi, tren penggunaan asuransi perjalanan menunjukkan arah yang positif. Masyarakat kini lebih memahami pentingnya mitigasi risiko saat bepergian, baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis.
Ke depan, industri asuransi diharapkan dapat terus berinovasi dalam menghadirkan produk yang relevan dan mudah diakses. Dengan dukungan teknologi digital dan peningkatan literasi keuangan, asuransi perjalanan berpotensi menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat yang aktif bepergian.
baca juga” Perluas Pasar, Great Eastern Gandeng OCBC Hadirkan Produk Travel Insurance GEGI“